Thursday, May 14, 2009

Zat pada Ludah Manusia Dapat Percepat Penyembuhan Luka

26-07-2008

Para peneliti Belanda telah mengidentifikasi satu zat di dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka, demikian laporan mereka yang disiarkan Rabu di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB).

Tim peneliti tersebut mendapati bahwa "histatin", protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri bertanggung-jawab atas penyembuhan luka.

Penelitian itu mungkin menawarkan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena zat tersebut dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi untuk menjadi sama umumnya dengan krim antibiotik dan alkohol gosok.


Selengkapnya

Wednesday, May 13, 2009

Deptan Kembangkan Bibit Kopi "SE"

KOMPAS/HELENA F NABABAN
Senin, 11 Mei 2009 | 00:23 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com-Departemen Pertanian (Deptan) melalui Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia pada 2010 siap mengembangkan bibit kopi secara "Somatik Embriogenesis" (SE) setelah sukses dengan kakao sejak 2008.

Dirjen Perkebunan Deptan, Achmad Mangga Barani di Jakarta, Minggu (10/5) mengatakan, pengembangan bibit kopi melalui sistem SE tersebut akan difokuskan pada kopi yang berkualitas tinggi dan spesial daerah.

"Selain untuk mendapatkan bibit yang berkualitas, ini sekaligus untuk melindungi komoditas asli daerah," katanya.

Menurut dia, beberapa jenis kopi yang akan dikembangkan bibitnya melalui somatik embriogenesis yakni Kopi Kintamani di Bali, Kopi Takengon dan Mandailing di Sumatera Utara, Kopi Gayo di Aceh. Selain itu, tambahnya, di Sulawesi Barat untuk Kopi Toraja sedangkan untuk Papua yakni Kopi Wamena dan Mona-mani. "Jenis-jenis kopi tersebut sudah memiliki nilai pasar yang bagus di dunia internasional," katanya.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember Teguh Wahyudi mengatakan, pada tahun ini pihaknya siap mengembangkan kopi jenis robusta dengan metode SE sebanyak 500 ribu bibit.

Sebelumnya di hadapan anggota Komisi IV DPR RI, dia mengatakan, Puslit Koka Indonesia di Jember, Jawa Timur, dalam tahun 2009 menyiapkan 20 juta lebih bibit kakao melalui metode SE untuk sembilan provinsi. Untuk itu, tambahnya, Puslit sudah menyiapkan 21 hektare (ha) untuk 20 juta lebih bibit kakao untuk tahun 2009.

Pada 2008 Puslit Koka berhasil menyiapkan 1,6 juta bibit kakao yang didistribusikan di lima provinsi di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali dan Maluku. Menurut dia hingga awal Mei 2009 sudah tersedia 7,5 ha yang sudah ditanami bibit kakao dengan jumlah bibit sebanyak tujuh juta bibit.

ONO
Sumber : Ant

Komentar : Maksud dari somatik embriogenesis ini apa ya? Apa semacam kultur jaringan gitu?

Wednesday, May 6, 2009

Beton Anti-retak Dibantu Air Hujan

Nicole Casal Moore/University of Michigan
Rabu, 6 Mei 2009 | 04:39 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Masalah keretakan pada jalan atau jembatan beton yang sering terjadi jika ada gempa bumi mungkin teratasi dengan material baru yang dikembangkan para peneliti di Universitas Michigan, AS. Material tersebut tidak hanya membuat jalan beton lebih tahan tekanan namun juga anti-retak.

Bahan beton yang dicampur komposit itu menjadi lebih fleksibel. Saat mendapat tekanan yang tinggi, ia mampu melengkung tanpa mengalami keretakan. Kalaupun tejadi, retakannya akan berbentuk garis dan akan pulih dalam waktu singkat hanya dengan doguyur air, termasuk hujan misalnya.

Hal tersebut dapat terjadi karena material kering di bagian yang retak akan bereaksi dengan air hujan dan karbon dioksida dari udara. Reaksi tersebut membentuk kalsium karbonat, senyawa keras yang secara alami biasa ditemukan pada cangkang kerang.

"Material fleksibel ini akan kembali sekuat awalnya setelah dipulihkan," ujar Victor Li, salah satu anggota tim pembuatnya. Ia dan timnya telah 5 tahun melakukan riset beton fleksibel itu dan beberapa sudah digunakan.

Material sejenis sudah dipakai pada kerangka bangunan tertinggi di Osaka, Jepang. Selain itu, beton fleksibel juga sudah dipakai pada jembatan di Interstate 94 Michigan yang dibangun tahun 2006.

Meski demikian, harga beton felsiibel masih tiga kali lipat harga beton standar. Namun, karena lebih tahan tekanan dan getaran, pengembang bisa lebih hemat karena tak perlu memasang alat pendeteksi getaran seismik di sepanjang struktur.

"Penggunaan material ini akan menghemat dalam jangka panjang karena mengurangi ongkos perawatan," ujar Li.

WAH
Sumber : National Geographic News
Komentar : Nanti kalo umpama keretakannya udah pulih, apa itu berarti betonnya akan berubah bentuknya terus menerus?  Wah hebat ini baru terobosan di teknologi material.